Waktu itu aku
pulang kuliah agak sore mengingat jam kuliah yang lumayan padat waktu itu. Aku
melaju dengan kecepatan sedang, karena aku memboncenkan temenku yang dia takut
bila aku memboncengkan dengan kecepatan yang kencang. Seperti biasa aku selalu melewati jalan yang
berbeda ketika aku pulang kerumah. dengan kondisi yang lumayan lelah aku
berusaha melaju dengan penuh riang gembira. Seperti yang telah saya ketahui waktu tempo dulu ketika aku masih duduk di sekolah
dasar , aku sering di ajak oleh kedua orang tua ku untuk selalu berpergian
dengan menggunakan bus. Dan disitu didalam bus banyak sekali para pengamen-pengamen
yang selalu berada di sekitar bus bahkan naik bus untuk menjajakan receh demi
receh lagu yang mereka nyanyikan. Setiap jalur bus berbeda para pengamennya.
Karena pengamen di yogyakarta terdapat banyak sekali. Seiring berjalannya waktu aku selalu
mengamati apa saja yang mereka gunakan untuk sarana meminta-minta. dan
kebanyakan mereka bernyanyi menggunakan alat musik seperti gitar dan sarana
lainya. Mereka bernyanyi didalam bus dan setelah selesai meminta uang kepada
para penumpang bus. Hal serupa juga aku lihat di sudut di berbagai kota di
jogja. Kadang aku memberi para pengamen
dengan sisa uang yang aku punya dengan ikhlas. Dan yang menjadi pusat perhatian
adalah ketika mereka para peminta minta menggunkan dengana media lain sebagai
meminta minta yaitu dengan menggunkan media tari tarian yang mereka peragakan
di depan para pengguna jalan raya. Dengan cara berjoget didepan lampu merah dan
dengan di iringi alunan musik yang telah di pukul oleh teman mereka yang
bersila disamping lampu trafic light sebelahnya. Aku hanya bisa melihat dengan terkejut
melihat atraksi yang dilakukan oleh para pengamen jalanan tersebut dan setelah
itu mereka meminta semacam saweran apa adanya, yang diberikan para pengguna
jalan raya. Hmm.,., sungguh menarik. Terik matahari tiak mengurangi semangat
mereka untuk mencari sesuap nasi. Demi makan hari ini. aku hanya bisa diam
melihat tingkah mereka yang terkadang sedikit memaksa para pengguna jalan untuk
selalu memberi mereka sepeser uang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar