Minggu, 18 Maret 2012

Para pengais uang receh di sudut-sudut kota


Waktu itu aku pulang kuliah agak sore mengingat jam kuliah yang lumayan padat waktu itu. Aku melaju dengan kecepatan sedang, karena aku memboncenkan temenku yang dia takut bila aku memboncengkan dengan kecepatan yang kencang.  Seperti biasa aku selalu melewati jalan yang berbeda ketika aku pulang kerumah. dengan kondisi yang lumayan lelah aku berusaha melaju dengan penuh riang gembira. Seperti yang telah saya ketahui  waktu tempo dulu ketika aku masih duduk di sekolah dasar , aku sering di ajak oleh kedua orang tua ku untuk selalu berpergian dengan menggunakan bus. Dan disitu didalam bus banyak sekali para pengamen-pengamen yang selalu berada di sekitar bus bahkan naik bus untuk menjajakan receh demi receh lagu yang mereka nyanyikan. Setiap jalur bus berbeda para pengamennya. Karena pengamen di yogyakarta terdapat banyak sekali.  Seiring berjalannya waktu aku selalu mengamati apa saja yang mereka gunakan untuk sarana meminta-minta. dan kebanyakan mereka bernyanyi menggunakan alat musik seperti gitar dan sarana lainya. Mereka bernyanyi didalam bus dan setelah selesai meminta uang kepada para penumpang bus. Hal serupa juga aku lihat di sudut di berbagai kota di jogja.  Kadang aku memberi para pengamen dengan sisa uang yang aku punya dengan ikhlas. Dan yang menjadi pusat perhatian adalah ketika mereka para peminta minta menggunkan dengana media lain sebagai meminta minta yaitu dengan menggunkan media tari tarian yang mereka peragakan di depan para pengguna jalan raya. Dengan cara berjoget didepan lampu merah dan dengan di iringi alunan musik yang telah di pukul oleh teman mereka yang bersila disamping lampu trafic light sebelahnya.  Aku hanya bisa melihat dengan terkejut melihat atraksi yang dilakukan oleh para pengamen jalanan tersebut dan setelah itu mereka meminta semacam saweran apa adanya, yang diberikan para pengguna jalan raya. Hmm.,., sungguh menarik. Terik matahari tiak mengurangi semangat mereka untuk mencari sesuap nasi. Demi makan hari ini. aku hanya bisa diam melihat tingkah mereka yang terkadang sedikit memaksa para pengguna jalan untuk selalu memberi mereka sepeser uang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar